well, gw nggak berusaha nyamain tipe notes gw kaya punya esa. hahaha. yang pasti gw lagi emo berat. hahaha. tai cupu banget deh gw, knapa dikit emo..ini dikit emo..itu dikit emo. cupu, lemah, anjing lah.
gw udah beberapa bulan terakhir merasakan nikmatnya terbang jauh tinggi ke angkasa yang mungkin semua orang pernah kesana. gw nyaman banget ada disana, terbang, stabil, sempurna. sebuah perjalanan yang sempurna. enak banget rasanya diatas sana, gw nggak ngerti lagi harus berapa kali ngetik begimana enak dan nyamannya di atas sana. gw merasa tercukupi diatas sana, gw merasa gw udah mendapatkan 99% apa yang gw inginkan.
tapi..
tetep belom bisa meraih 1% ini, karena gw tau itu nggak mungkin buat gw dapet. 1% yang kekal, tidak akan bisa berubah. jadi gw bertahan di 99% ini, mencoba menjadi gw yang 100% di keadaan 99%. kesel rasanya emang, tapi gw cuma bisa pasrah dan berharap suatu saat nanti 1% ini akan dateng ke gw dengan ikhlas. amin.
gw bertahan di atas sana, sampai suatu saat gw harus mendapatkan ganjaran yang sangat memukul. ibarat pesawat tempur, gw udah ditembak jatuh oleh mortar pihak gw sendiri disaat gw udah memberikan segala effort gw semua aspek dari diri gw yang gw punya, tapi sayang...masih ada ratusan pesawat tempur lain yang bisa menggantikan gw.
sebagai orang yang udah mati, gw nggak bisa berbuat apa2, dikenang pun udah syukur. tapi, cuma satu hal yang gw pengen tanyain, kenapa sih bisa bisanya tega ngelakuin ini ke gw, setelah apa yang udah gw perbuat beberapa bulan terakhir? kenapa? yah, inilah susahnya jadi gw, ibarat tentara, mengabdi sama negara, tapi ya gitu negaranya. contohnya di lirik Soldier's Poem nya MUSE.
Throw it all away
Let's lose our selves
'cause there's no one left for us to blame
It's a shame, we're all dying
And do you think you deserve your freedom?
How could you send us so far away from home?
When you know damn well that this is wrong
I would still lay down my life for you
And do you think you deserve your freedom?
No, I don't think you do
There's no justice in the world
There's no justice in the world
And there never was
hahahaha. sakit emang. makanya, gw nggak pengen sebenernya terbang tinggi kesana, tapi gimana? godaan, hasrat, wajah, senyum, tangis, keinginan, cinta. hal itu semua yang mendorong gw untuk terus nge-boost roket gw untuk terbang kesana dan meraih hal yang sebenernya....SEMU
alhasil, gw udah jauh-jauh kesana, udah tinggal 'haaapp..!!' tapi ternyata yang gw cari malah nggak ada. oops, gw jatuh deh, karena yang gw ambil nggak ada, gw nggak punya pegangan.
dan gw kasi tau aja, sakitnya melebihi nyeri seperti lo liat orang jatuh dari skycraper. melebihi lo ngeliat orang diledakin pake rocket launcher radius 3m. melebihi apapun. rasanya seperti kenalan sama malaikat malik dan menjadikannya sahabat lo.
kebayang?
gw udah beberapa bulan terakhir merasakan nikmatnya terbang jauh tinggi ke angkasa yang mungkin semua orang pernah kesana. gw nyaman banget ada disana, terbang, stabil, sempurna. sebuah perjalanan yang sempurna. enak banget rasanya diatas sana, gw nggak ngerti lagi harus berapa kali ngetik begimana enak dan nyamannya di atas sana. gw merasa tercukupi diatas sana, gw merasa gw udah mendapatkan 99% apa yang gw inginkan.
tapi..
tetep belom bisa meraih 1% ini, karena gw tau itu nggak mungkin buat gw dapet. 1% yang kekal, tidak akan bisa berubah. jadi gw bertahan di 99% ini, mencoba menjadi gw yang 100% di keadaan 99%. kesel rasanya emang, tapi gw cuma bisa pasrah dan berharap suatu saat nanti 1% ini akan dateng ke gw dengan ikhlas. amin.
gw bertahan di atas sana, sampai suatu saat gw harus mendapatkan ganjaran yang sangat memukul. ibarat pesawat tempur, gw udah ditembak jatuh oleh mortar pihak gw sendiri disaat gw udah memberikan segala effort gw semua aspek dari diri gw yang gw punya, tapi sayang...masih ada ratusan pesawat tempur lain yang bisa menggantikan gw.
sebagai orang yang udah mati, gw nggak bisa berbuat apa2, dikenang pun udah syukur. tapi, cuma satu hal yang gw pengen tanyain, kenapa sih bisa bisanya tega ngelakuin ini ke gw, setelah apa yang udah gw perbuat beberapa bulan terakhir? kenapa? yah, inilah susahnya jadi gw, ibarat tentara, mengabdi sama negara, tapi ya gitu negaranya. contohnya di lirik Soldier's Poem nya MUSE.
Throw it all away
Let's lose our selves
'cause there's no one left for us to blame
It's a shame, we're all dying
And do you think you deserve your freedom?
How could you send us so far away from home?
When you know damn well that this is wrong
I would still lay down my life for you
And do you think you deserve your freedom?
No, I don't think you do
There's no justice in the world
There's no justice in the world
And there never was
hahahaha. sakit emang. makanya, gw nggak pengen sebenernya terbang tinggi kesana, tapi gimana? godaan, hasrat, wajah, senyum, tangis, keinginan, cinta. hal itu semua yang mendorong gw untuk terus nge-boost roket gw untuk terbang kesana dan meraih hal yang sebenernya....SEMU
alhasil, gw udah jauh-jauh kesana, udah tinggal 'haaapp..!!' tapi ternyata yang gw cari malah nggak ada. oops, gw jatuh deh, karena yang gw ambil nggak ada, gw nggak punya pegangan.
dan gw kasi tau aja, sakitnya melebihi nyeri seperti lo liat orang jatuh dari skycraper. melebihi lo ngeliat orang diledakin pake rocket launcher radius 3m. melebihi apapun. rasanya seperti kenalan sama malaikat malik dan menjadikannya sahabat lo.
kebayang?
edit.jpg)
Wow tik… Dua post lo yang terakhir kenapa banget sih bisa kurang lebih sama dengan yang gw rasakan?
BalasHapusPertama, hati dangdut.
Sekarang, yang kedua, merasa lemah..
I myself, kinda wish I was stronger. Tapi pada akhirnya gw sadar, yang namanya cewek ya tetep aja cewek. We’re meant to be weak. And fragile. And delicate.
Mengenai pertanyaan di akhir post lo, “kebayang?”, sejujurnya sih ngga. Ngga kebayang rasa sakit nya seperti apa. But I feel like saying this to you: “enjoy the moment.” I’m not sure, though… if it’s the right thing to say.
Mudah-mudahan lo ngga salah paham dengan kalimat gw barusan.
hati2 ye
BalasHapus